Saturday, November 16, 2013

Move ON 30 Hari

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin,,,
Segala puji bagi Allah yang menciptakan alam semesa.
Dalam tulisan ini saya akan menuliskan Move On 30 hari saya.
Nama saya Firman el- Haq orang yang sangat luar biasaJJ J. Saya tidak tahu mengapa orang tua saya memberikan nama tersebut. Saya sempat berfikir, mengapa kedua orang tua saya tidak memberikan nama David, Michel, Jones atau nama yang lain. Firman el Haq, arti dari nama itu adalah “Perkataan yang Benar”. Hemmmm….mungkin orang tua saya ingin agar saya selalu berkata jujur sehingga mereka memberikan nama tersebut. Terlepas dari itu semua saya merasa bangga dengan nama yang di berikan oleh orang tua saya, karena nama adalah sebuah doa dari orang tua. Saya dilahirkan di sebuah desa yang sangat indah yang berada di pinggiran kota Enrekang, sulawesi selatan. Desa yang sangat saya rindukan akan panoramanya yang luar biasa mempesona.
Sejak kecil saya mempunyai cita- cita yaitu ingin menjadi tentara. Tentara menurut saya adalah orang yang sangat gagah, pemberani, kuat, dan baik hati.  Saat masih kecil setiap pulang dari sekolah kakek saya selalu mengajak saya pergi ke kebun dengan berjalab kaki. Kami berjalan melewati pegunungan yang sangat luar biasa menantang. Yah,,, itulah ciri khas dari desa tempat saya dilahiran. Setiap berangkat ke kebun, didalam perjalanan kakek selalu mengatakan kepada saya bahwa “ tentara itu harus kuat dan tidak kenal lelah”, Sebuah motivasi dari kakek yang selalu membuat saya bersemangat untuk meraih cita- cita menjadi seorang tentara yang gagah berani JJJ.
Setelah lulus dari SD, saya melanjutkan Pendidikan saya ke MTs di salah satu pondok pesantren yang berada di Kalimantan Timur tepatnya di kota Balikpapan, yaitu Pondok Pessantren Hidayatullah Balikpapan. Di pondok ini semua siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan- kegiatan kepesantrenan terutama belajar menjadi seorang muballigh (ceramah). Saya pada dasarnya sangat tidak suka dengan kegiatan- kegiatan ruangan, saya lebih senang dan lebih bersemangat ketika mengikuti kegiatan- kegiatan lapangan.
Suatu hari saya mendapatkan giliran menyampaikan tausiyah di atas mimbar yang disaksikan oleh seluruh ustadz- ustadz, guru- guru dan semua teman- teman di pondok, dan yang lebih membuat saya gemetaran adalah ketika saya melihat kesamping kiri saya, disana ada bapak pimpinan umum pesantren hidayatullah yaitu ust. Abdurrahman Muhammad. Saya memang orang yang tidak terbiasa berbicara didepan umum karena saya adalah orang yang sangat pemalu. Benar saja, ketika saya naik ke atas mimbar kehormatan, baju saya basah oleh keringat yang saya keluarkan. Entah dari mana keringat itu berasal padahal di samping kiri saya ada sebuah kipas angin yang sangat besar. Itulah pengalaman pertama saya berbicara di depan umum di depan para ustadz- ustadz dan yang membuat saya lebih terkesan adalah saya mampu berbicara menyampaikan satu buah hadits dengan disaksikan oleh bapak pimipinan umum Pondok Pesantren Hidayatullah.
Saat kelas II SMP saya sempat goncang, kalau bahasa gaulnya itu “GALAU”. Saya merasa galau karena di Pondok saya selalu belajar bagaimana menjadi seorang da’I bukan manjadi seorang tentara yang gagah berani yang saya cita- citakan dari kecil. Saya sempat berfikir untuk keluar dari pondok dan mencari sekolah yang khusus mendidik saya mencapai cita- cita saya. Ketika saya memberitahukan keinginan saya untuk keluar dari pondok, orang tua saya hanya mengatakan “nak, terkadang memang kita membnci sesuatu, akan tetapi sesuatu itulah yang terbaik bagi kita, dan kadang juga kita sangat menyukai sesuatu akan tetai sesuatu itu sangat buruk bagi kita,,, jadi bertahanlah dulu mungkin memang ituah yang terbaik buat kamu nak”…
Aduuhh… ibuuuuuuu…. Saya ingin menjadi tentara yang gagah dan berani bukan seorang ustadz L L L. Sejak saaat itulah saya mualai tidak bersemangat (ceritanya lagi galau gitu… hehehe).
Sejak kelas II MTs sampai masuk M.A (madrasah aliyah) seya seperti orang yang tidak mempunyai tujuan hidup. Sekolah sekedar sekolah yang penting lulus, ibadah hanya sekedar ibadah yang penting kewajiban sudah terpenuhi. Tetapi ketika saya melanjutkan pendidikan saya ke Surabaya tepatnya di STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim) Surabaya dan bertemu dengan salah seorang dosen yang sangat cakep, baik hati dan tidak sombong  yaitu Ust. Faqih Syarif, saya seperti memnemukan sesuatu yang lebih dari seorang tentara entah apa itu namanya, juga tidak tahu…hehehe.
Beliau pernah mengatakan bahwa “orang yang tidak mempunyai visi misi dalam hidupnya, dia bagaikan mayat hidup”… waduh.. berari selama ini saya telah menjadi mayat hidup karena saya sama sekali belum memliki visi hidup. “orang yang hidupnya Cuma makan, tidur, kawin, mati, mereka itu seperti binatang bahkan lebih rendah dari binatang”, lanjut beliau.
Karena saya tidak ingin mendapat gelar sebagai mayat hidup apalagi sebagai binatang, maka sejak saat itulah saya membuat visi hidup saya (visi dunia saya) yaitu “saya ingin membuat sebuah sekolah penghafal qura’an kemudian mendidik mereka menjadi kader- kader dai ynag menginspirasi semua orang dan juga menjadikan mereka generasi- generasi yang mampu menyebarkan islam ke seluruh pelosok negri”.Di samping itu saya juga mempunyai visi akhirat. Visi akhirat saya ini terinspirasi dari kultum salah seorang teman, ketika itu teman saya mengatakan. “orang- orang yang beriman yang selalu megerjakan ibadah kepada allah seperti sholat, puasa, sodaqoh dan lain sebagainya nanti di akhirat aka di kawinkan dengan 77 bidadari yang sangat cantik yang mana tidak ada satu wanitapun yang mampu menandingi kecantikan dari bidadari yang disiapkan olah allah bagi orang- ornag yang beriman”. Maka dari itulah saya membuat visi akhirat saya yaitu “ingin menikah dengan bidadari- bidadari syurga yang telah allah siapkan bagi orang- orang yang beriman dan saya juga ingin bertemu dengan baginda Rasulullah SAW, saya ingin melihat wajah beliau saya ingin memeluk Rasulullah SAW”.
Tentunya untuk mewujudkan visi saya tersebut tidak bisa di raih hanya dengan bermalas- malasan separti tidur- tiduran, menonton di bioskop main zombi atau Facebookan sepanjang hari. Saya harus melakukan kerja keras dengan cara belajar dengan rajin, karena saya ingin membangun sekolah penghafal Qur’an makan saya juga harus menghafal Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan Al- Quran saya. Dan yang terpenting adalah melibatkan Allah terhadap semua aktivitas yang saya jalani agar mendapatkan Ridho dari Allah SWT.
Untuk mewutkan visi dunia saya, saya akan berkomitmen untuk  expert di bidang trainer karena selain inigin membangun sekolah penghafal Al- Quran, saya juga menjadi seorang trainer yang handal seperti dosen saya yang sangat cakep dan powerfull yaitu Ust. Faqih Syarif, saya akan lebih banyak belajar tentang bagaimana agar menkadi trainer yang hebat yang mampu memberikan inpirasi kepada semua orang. Ketika masih kecil saya sangat berambisi untuk menjadi seorang tentara yang gagah dan berani dan itulah yang sangat saya cintai ketika masih kecil. Dan yang dikatakan oleh ibu saya ternyata benar, dahulu saya sangat membenci kegiatan ruangan ternyata itulah yang sekarang menjadu tujua hidup saya dan tentara yang dulu saya banggakan kini saya buang jauh- jauh karena saya ingin dikenal sebagai seorang TRAINER yang hebat dan PENGUSAHA yang SUKSES.
Sahabat adalah orang terdekat dengan kehidupan saya yang akan mengingatkan saya, memotivasi saya. Dan mengarahkan saya jika saya salah atau keluar dari arah visi dunia dan visi akhirat saya. Dalam tulisan ini saya akan memilih orang- orang yang akan menjadi sahabat yang selalu memotivasi saya yaitu, Najamuddin kenapa saya memelihnya karena suaranya sangat keras yang mampu membangkitkan semangat ketika dia berteriak. Orangnya kecil kami terkadang memanggilnya dengan Julukan “TEO” (burung rawa yang larinya sangat kencang) yaitu Umair al-Amin. Orang yang sedikit agak eror tapi sangat menghibur Abdan Qoribullah. Manusia yang mirip dengan Rhoma Irama Tapi ampun deh kalu dia menyanyiJJJ, Irwan Ratmal, dan orang yang sangat aneh tapi lucu yaitu Mustofa Retho. Semoga persahabatan kami di Ridhohi oleh Allah SWTdan tidak akan pernah membuat saya kecewa. Amin ya Rabb… !!!,,, dan untuk orang yang sangat saya cintai S.W. semoga engkau selalu mendoakan aku disetiap selah- selah sholatmu agar apa yang aku cita- citakan dapat terwujud.
Dalam kesempatan ini juga saya akan  melantik dua mentor saya yang akan saya jadikan panutan untuk menyukseskan visi hidup saya ini. Saya akan melantik ibu saya dan ust. Faqih Syarif sebagai mentor saya, saya berjanji akan menhgormati beliaudan menjalankan semua apa yang beliau berdua amanhkanguna mewujutkan visi hidup saya ini.
Ya Alllah inilah visi hidupku, apabila dengan ini engkau semakin cinta kepadaku maka bantulah saya ya Allah untuk mewujudkan visi hidup saya ini. Jika dengan ini keberadaan saya memberi manfaat, maka mudahkanlah saya ya Allah. Akan tetapi apabila dengan visi saya ini engkau semakin jauh dari saya, dan keberadaan saya membebani orang- orang yang berada di sekitar saya, maka berikanlah oetujuk kepada saya ya Allah. Dan jangalah engkau tinggalkan saya ya Allah.
Ya Allah bantulah saya untuk mampu mewujudkan visi saya ini. Sebab tanpa bantuan dan pertolonganmu Ya Allah, saya pasti tidak akan mampu merealisasikan visi saya ini.
Ya Allah Kabulkanlah… amin ya Rab !!! J

Surabaya, 23 September 2013
Firman el- Haq







No comments:

Post a Comment